Senin, 01 Maret 2010

Jual - beli Kemenyan,(Frankin cense)






Kemenyan Pasir Siap Eksport


Ready 15 ton @ 25 Kg per lempengan


Dicari pembeli kemenyan dalam jumlah besar dan rutin.Kami akan kirimkan untuk anda

Kemenyan adalah getah (eksudat) kering, yang dihasilkan dengan menoreh batang pohon kemenyan (Styrax spp., suku Styracaceae; terutama S. benzoin Dryand. dan S. paralelloneurus Perkins). Resin yang kering berupa keping-keping putih atau keputihan, yang terbenam dalam massa coklat bening keabuan atau kemerahan, keras namun rapuh, dan berbau harum enak. Kemenyan ini dalam perdagangan internasional dikenal sebagai kemenyan sumatra; yang lainnya adalah kemenyan siam, yang lebih harum dan dihasilkan oleh S. tonkinensis dari Siam dan Tonkin.[1]

Kemenyan digunakan dalam industri farmasi sebagai bahan pengawet dan campuran obat batuk, serta dalam industri parfum sebagai bahan baku wewangian. Secara tradisional, kemenyan digunakan sebagai dupa dalam ritual Kejawen. Penggunaan lainnya adalah sebagai bahan campuran dalam industri rokok klembak-menyan.



Kemenyan Pasir Kasar


Indonesia serasa lahir kembali setiap bulan Agustus itu. Tapi, apakah semua sudah paham, berasal dari manakah nama Indonesia itu. Ternyata, nama itu bukan sekadar nama yang diciptakan. Berbagai sejarah menarik berada di belakangnya.

Sebelum ada nama “Indonesia”, aneka nama diberikan kepada Negeri 1000 Pulau ini. Bangsa Tionghoa menyebut kawasan ini sebagai Nan-hai atau Kepulauan Laut Selatan. Berbagai catatan kuno bangsa India menamai kepulauan ini Dwipantara (Kepulauan Tanah Seberang), nama yang diturunkan dari kata Sansekerta dwipa (pulau) dan antara (luar, seberang).

Kisah Ramayana karya pujangga Walmiki menceritakan pencarian terhadap Sinta, istri Rama yang diculik Rahwana, sampai ke Suwarnadwipa (Pulau Emas, diperkirakan Pulau Sumatera sekarang) yang terletak di Kepulauan Dwipantara.



Kemenyan Madu


Bangsa Arab menyebut wilayah kepulauan itu sebagai Jaza'ir al-Jawi (Kepulauan Jawa). Nama Latin untuk kemenyan, benzoe, berasal dari nama bahasa Arab, luban jawi (kemenyan Jawa), sebab para pedagang Arab memperoleh kemenyan dari batang pohon Styrax sumatrana yang dahulu hanya tumbuh di Sumatera.

Sampai hari ini jemaah haji kita masih sering dipanggil "orang Jawa" oleh orang Arab, termasuk untuk orang Indonesia dari luar Jawa sekali pun. Dalam bahasa Arab juga dikenal nama-nama Samathrah (Sumatera), Sholibis (Pulau Sulawesi), dan Sundah (Sunda) yang disebut kulluh Jawi (semuanya Jawa).

Bangsa-bangsa Eropa yang pertama kali datang beranggapan bahwa Asia hanya terdiri dari orang Arab, Persia, India, dan Tiongkok. Bagi mereka, daerah yang terbentang luas antara Persia dan Tiongkok semuanya adalah Hindia.

Jazirah Asia Selatan mereka sebut Hindia Muk a dan daratan Asia Tenggara dinamai Hindia Belakang, sementara kepulauan ini memperoleh nama Kepulauan Hindia (Indische Archipel, Indian Archipelago, Archipel Indien) atau Hindia Timur (Oost Indie, East Indies, Indes Orientales). Nama lain yang kelak juga dipakai adalah Kepulauan Melayu (Maleische Archipel, Malay Archipelago, Archipel Malais).

Unit politik yang berada di bawah jajahan Belanda memiliki nama resmi Nederlandsch-Indie (Hindia-Belanda). Pemerintah pendudukan Jepang 1942-1945 memakai istilah To-Indo (Hindia Timur) untuk menyebut wilayah taklukannya di kepulauan ini.

Eduard Douwes Dekker (1820-1887), yang dikenal dengan nama samaran Multatuli, pernah memakai nama yang spesifik untuk menyebutkan kepulauan Indonesia, yaitu Insulinde, yang artinya juga Kepulauan Hindia (dalam bahasa Latin insula berarti pulau). Nama Insulinde ini selanjutnya kurang populer, walau pernah menjadi nama surat kabar dan organisasi pergerakan di awal abad ke-20. (wikipedia/ berbagai sumber)



Kemenyan Pasir Kasar



Kemenyan merupakan getah yang dihasilkan  dari batang pohon kemenyan ( Styrax spp., suku Styracaceae ; terutama S. benzoin Dryand. dan S. paralelloneurus Perkins). Getah / carian  yang kering berupa keping-keping putih atau keputihan, keras namun rapuh, dan mengeluarkan aroma wangi yang khas..Getah kemenyan pada unumnya dibagi tiga kelas : kelas satu getah putih yang disebut sidukabi atau mata zam zam yang mempunyai nilai jual tinggi, kelas dua :  dimana getahnya berwarnya kekuning2an dan kelas tiga yaiyu sisa panen yang terluka akibat panen yang pertama..Sedangkan secara besar kecil ukuran getahnya dapat dikelompokan 


menjadi 7 kelompok yaitu 

dari yang termahal sampai termurah :

01.Mata lasar, 

02.Kacang, 

03.Jagung,

04.Besar,

05. Pasir kasar, 

06.Pasir halus 

07.Abu Kemenyan 

ini dalam perdagangan internasional dikenal sebagai kemenyan sumatra; 

yang lainnya adalah kemenyan siam , yang lebih harum , yang dihasilkan oleh S.tonkinensis dari siam dan Tonkin. Resin / getah kemenyan baru diproduksi oleh pepagan saat batang mengalami infeksi oleh fungi (jamur) tertentu. Resinnya terutama mengandung asam benzoat dan turunannya, seperti lubanolbenzoat, sumaresinol, vanilin, stirol (bukan sterol!), Benzaldehida, benzilsinamat, dan fenilpropilsinamat.



Kegunaan :
Kemenyan digunakan dalam industri farmasi sebagai bahan pengawet dan campuran obat batuk serta dalam industri parfum sebagai bahan baku wewangian. Secara tradisional, kemenyan digunakan sebagai campuran dupa dalam ritual Kejawen . Kemenyan memiliki sifat fiksatif sehingga mengikat minyak atsiri agar tidak terlalu cepat menguap. Penggunaan lainnya adalah sebagai bahan campuran dalam industri rokok klembak-menyan. Di Indonesia kemenyan banyak digunakan untuk kepentingan ritual dan tolak bala atau hampir di setiap acara-acara penting dan hari bersejarah bau kemenyan nyaris tidak tertinggalkan. Sedangkan di beberapa negara Eropa dan Amerika kemenyan banyak digunakan untuk terapi kesehatan maupun kecantikan , bahkan di kamar-kamar hotel berbintang sering kita jumpai wewangian kemenyan yang dicampur dengan bunga melati.

Khasiat  Kemenyan Pengobatan
Kini para ilmuwan telah mengamati bahwa ada kandungan dalam kemenyan yang menghentikan penyebaran kanker. Belum diketahui secara pasti kemungkinan kemenyan sebagai anti kanker.


Namun dulu pada abad kesepuluh, Ibnu Sina, ahli pengobatan Arab, merekomendasikan kemenyan sebagai obat untuk tumor, bisul, muntah, disentri dan demam.
Dalam pengobatan tradisional Cina, kemenyan digunakan untuk mengobati masalah kulit dan pencernaan. Sedangkan di India, kemenyan digunakan untuk mengobati arthritis. Khasiat kemenyan sebagai obat arthritis tersebut mendapat dukungan dari penelitian laboratorium di Amerika Serikat.

Kemenyan yang biasa digunakan untuk urusan mistis ternyata berdasarkan hasil penelitian juga mampu menurunkan kadar kolesterol jahat.

Penelitian yang dilakukan oleh King Abd Al-Aziz University di Arab Saudi menemukan bahwa kemenyan bisa menurunkan kadar kolesterol jahat.
Kemenyan, menurut peneliti Nadia Saleh Al-Amoudi, bisa dipadukan dengan materi dari tumbuhan lainnya untuk meningkatkan kesehatan jantung. Akan tetapi, masih belum ditemukan cara yang jelas agar manusia bisa mengonsumsinya.


Kemenyan Pasir Sumatra


“Kemenyan telah lama digunakan sebagai pengobatan medis untuk mengatasi sakit tenggorokan, hidung mampat, bekas luka dan luka bakar,” jelas Al-Amoudi, seperti diberitakan dari situs Healthday.

Studi yang dipublikasikan di International Journal of Food Safety, Nutrition and Public Health ini, peneliti memberikan kemenyan kepada binatang pengerat albino dan menemukan bahwa kadar kolesterol jahat binatang pengerat itu turun sedang kadar kolesterol baik meningkat.

Pada umumnya di indonesia kemenyan dipergunakan untuk acara ritual keagamaan atau tradisi , disini kami menyediakan kemenyan madu yang sudah dicetak / dikemas 1 kg. 
juga tersedia kemenyan madu ukuran besar yaitu kemasan anatara 18 kg s/d 27 kg 
( perbedaan tersebut  dilihat dari aromanya juga banyaknya kadar kemenyan  serta besar kecilnya ukuran kemenyan yang dipakai ), sedangakan untuk kemenyan biasa hampir tidak menggunakan getah

kemenyan melainkan menggunakan getah yang disebut damar dikombinasi dengan yang lainnya, sehingga harga lebih murah , tetapi tetap mempunyai aroma  wangi. Untuk kemenyan jenis ini terdapat banyak warna seperti hitam, kuning, putih dan merah. 

Tidak ada komentar: