Sabtu, 29 Oktober 2011

Minyak Gaharu Buaya bersertifikat SUCOFINDO

Kami menyediakan minyak gaharu buaya dengan sertifikat resmi SUCOFINDO,disiapkan untuk anda pembeli serius,di destilasi dengan tehnologi yang tepet guna,sehingga menghasilkan minyak dengan kwalitas tinggi,




Gaharu Siap jual


tunggul sumatra



medang Sumatra




medang Sumatra



Medang Papua



AB Papua

Sabtu, 15 Oktober 2011

Gaharu Kelas Atas,Super dan King Super


KING Kalimantan
King Sulawesi

King Maluku

King Papua

King Papua

King Kalimantan
Super Kalimantan
Chips super kalimantan


Gaharu

Gaharu adalah kayu berwarna kehitaman dan mengandung resin khas yang dihasilkan oleh sejumlah spesies pohon dari marga Aquilaria, terutama A. malaccensis. Resin ini digunakan dalam industri wangi-wangian (parfum dan setanggi) karena berbau harum. Gaharu sejak awal era modern (2000 tahun yang lalu) telah menjadi komoditi perdagangan dari Kepulauan Nusantara ke India, Persia, Jazirah Arab, serta Afrika Timur.

Berdasarkan studi dari Ng et al. (1997)[1], diketahui jenis-jenis berikut ini menghasilkan resin gaharu apabila terinfeksi oleh kapang gaharu :


Aquilaria subintegra, asal Thailand
Aquilaria crassna asal Malaysia, Thailand, dan Kamboja
Aquilaria malaccensis, asal Malaysia, Thailand, dan India
Aquilaria apiculina, asal Filippina
Aquilaria baillonii, asal Thailand dan Kamboja
Aquilaria baneonsis, asal Vietnam
Aquilaria beccarain, asal Indonesia
Aquilaria brachyantha, asal Malaysia



Aquilaria cumingiana, asal Indonesia dan Malaysia
Aquilaria filaria, asal China
Aquilaria grandiflora, asal China
Aquilaria hilata, asal Indonesia dan Malaysia
Aquilaria khasiana, asal India
Aquilaria microcarpa, asal Indonesia Malaysia
Aquilaria rostrata, asal Malaysia
Aquilaria sinensis, asal Cina



1 Proses pembentukan
2 Nilai ekonomi
3 Pengolahan Minyak Gaharu
4 Konservasi


Proses pembentukan

Gaharu dihasilkan tanaman sebagai respon dari masuknya mikroba yang masuk ke dalam jaringan yang terluka.[2] Luka pada tanaman berkayu dapat disebabkan secara alami karena adanya cabang dahan yang patah atau kulit terkelupas, maupun secara sengaja dengan pengeboran dan penggergajian.[2] 

Masuknya mikroba ke dalam jaringan tanaman dianggap sebagai benda asing sehingga sel tanaman akan menghasilkan suatu senyawa fitoaleksin yang berfungsi sebagai pertahanan terhadap penyakit atau patogen.[3] Senyawa fitoaleksin tersebut dapat berupa resin berwarna coklat dan beraroma harum, serta menumpuk pada pembuluh xilem dan floem untuk mencegah meluasnya luka ke jaringan lain.[3] Namun, apabila mikroba yang menginfeksi tanaman dapat mengalahkan sistem pertahanan tanaman maka gaharu tidak terbentuk dan bagian tanaman yang luka dapat membusuk. 

Ciri-ciri bagian tanaman yang telah menghasilkan gaharu adalah kulit batang menjadi lunak, tajuk tanaman menguning dan rontok, serta terjadi pembengkakan, pelekukan, atau penebalan pada batang dan cabang tanaman.[4] Senyawa gaharu dapat menghasilkan aroma yang harum karena mengandung senyawa guia dienal, selina-dienone, dan selina dienol.[4] Untuk kepentingan komersil, masyarakat mengebor batang tanaman penghasil gaharu dan memasukkan inokulum cendawan ke dalamnya. 

Setiap spesies pohon penghasil gaharu memiliki mikroba spesifik untuk menginduksi penghasilan gaharu dalam jumlah yang besar. Beberapa contoh cendawan yang dapat digunakan sebagai inokulum adalah Acremonium sp., Cylindrocarpon sp., Fusarium nivale, Fusarium solani, Fusarium fusariodes, Fusarium roseum, Fusarium lateritium dan Chepalosporium sp.

Nilai ekonomi
Gaharu banyak diperdagangan dengan harga jual yang sangat tinggi terutama untuk gaharu dari tanaman famili Themeleaceae dengan jenis Aquilaria spp. yang dalam dunia perdangangan disebut sebagai gaharu beringin.[5] Untuk jenis gaharu dengan nilai jual yang relatif rendah, biasanya disebut sebagai gaharu buaya.[5]

 Selain ditentukan dari jenis tanaman penghasilnya, kualitas gaharu juga ditentukan oleh banyaknya kandungan resin dalam jaringan kayunya[5]. 

Semakin tinggi kandungan resin di dalamnya maka harga gaharu tersebut akan semakin mahal dan begitu pula sebaliknya.[5] Secara umum perdagangan gaharu digolongkan menjadi tiga kelas besar, yaitu gubal, kemedangan, dan abu.[6] 

Gubal merupakan kayu berwarna hitam atau hitam kecoklatan dan diperoleh dari bagian pohon penghasil gaharu yang memiliki kandungan damar wangi beraroma kuat.[6] 

Kemedangan adalah kayu gaharu dengan kandungan damar wangi dan aroma yang lemah serta memiliki penampakan fisik berwarna kecoklatan sampai abu-abu, memiliki serat kasar, dan kayu lunak.[6] 

Kelas terakhir adalah abu gaharu yang merupakan serbuk kayu hasil pengerokan atau sisa penghancuran kayu gaharu.[6]

Pengolahan Minyak Gaharu
Sebelum dijadikan bahan baku parfum, gaharu harus diolah terlebih dahulu untuk mendapatkan minyak dan senyawa aromatik yang terkandung di dalamnya.[7] Sebagian kayu gaharu dapat dijual ke ahli penyulingan minyak yang biasanya menggunakan teknik distilasi uap atau air untuk mengekstraksi minyak dari kayu tersebut.[7] 

Untuk mendapatkan minyak gaharu dengan distilasi air, kayu gaharu direndam dalam air kemudian dipindahkan ke dalam suatu tempat untuk menguapkan air hingga minyak yang terkandung keluar ke permukaan wadah dan senyawa aromatik yang menguap dapat dikumpuljan secara terpisah.[7]

 Teknik distilasi uap menggunakan potongan gaharu yang dimasukkan ke dalam peralatan distilasi uap.[7] Tenaga uap yang menyebabkan sel tanaman dapat terbuka dan minyak dan senyawa aromatik untuk parfum dapat keluar.[7]

 Uap air akan membawa senyawa aromatik tersebut kemudian melalui tempat pendinginan yang membuatnya terkondensasi kembali menjadi cairan.[7] Cairan yang berisi campuran air dan minyak akan dipisahkan hingga terbentuk lapisan minyak di bagian atas dan air di bawah.[7] 

Salah satu metode digunakan saat ini adalah ekstraksi dengan [[superkritikal CO2]], yaitu CO2 cair yang terbentuk karena tekanan tinggi.[7] CO2 cair berfungsi sebagai pelarut aromatik yang digunakan untuk ekstraksi minyak gaharu.[7] 

Metode ini menguntungkan karena tidak terdapat residu yang tersisa, CO2 dapat dengan mudah diuapkan saat berbentuk gas pada suhu dan tekanan normal.[7]
[sunting] Konservasi

Pada tahun 1994, konvensi CITES (Convention on International Trade in Endangered Species) di Amerika Serikat menetapkan bahwa pohon gaharu spesies A. malaccensis masuk ke dalam Appendix II, yaitu tanaman yang dibatasi perdangannya.[8] 

Penetapan tersebut dikarenakan populasi tanaman penghasil gaharu semakin menyusut di alam yang disebabkan para pengusaha gaharu tidak dapat mengenali dengan tepat mana tanaman yang sudah mengandung gaharu dan siap dipanen.[9] Untuk mencari pohon penghasil gaharu, para pengusaha menebang puluhan pohon yang salah (tidak menghasilkan gaharu) sehingga jumlah pohon tersebut sangat berkurang.[9] 

Pada tahun 2004, Indonesia mengajukan agar semua penghasil gaharu alam yaitu genus Aquilaria dan Gyrinops dimasukkan ke dalam daftar Appendix 2 untuk membatasi perdagangannya sehingga perdagangan gaharu harus memiliki izin dari CITES dan dalam kuota tertentu.[10] 

Hal ini dilakukan untuk memastikan spesies pohon gaharu alam dapat berkembang dan tersebar dengan baik.[9]

Jumat, 14 Oktober 2011

Minyak Gaharu ( Oil Agarwood)








Minyak Gaharu (Agarwood Oil)


Sekilas Tentang Minyak Gaharu (Agarwood Oil)dan Kegunaannya

Kandungan kimia yang terdapat dalam gaharu merupakan komponen-komponen yang terdiri daripada sesquiterpenes, sesquiter-pene alcohol, kompoun oxygenated dan chromone. Selain itu, ia juga terdiri dari komponen-komponen agarospiral, jinkohol-eramol, jinkool yang menghasilkan aroma gaharu.

Penggunaan kayu karas dalam industri perkayuaan di mana kayunya digunakan dalam industri pembuatan kotak pembungkus, triplek, cenderamata, perabot, kasut wanita, sarung senjata, chopstick dan lain-lain. 

Kegunaaan gaharu banyak kepada upacara keagamaan Cina, Unanai, Ayurvedic dan upacara kaum di Tibet. Ia digunakan sebagai pengharum rumah di Timur Tengah dan di Papua Nugini menggunakannya sebagai obat-obatan tradisional oleh masyarakatnya. 

Di masa sekarang ia turut digunakan sebagai bahan wangian atau parfum dan kosmetik.

Minyak Gaharu Yang Ditawarkan

Di produksi di penyulingan rakyat kami Menjual minyak gaharu dengan harga bersahabat.

Minyak Nilam,cari pasar






Minyak Nilam (Minyak Atsiri)
Disini kami menawarkan produk Minyak Nilam kepada anda yang diprioritaskan untuk pembelian dalam jumlah yang besar dan bisa juga untuk eceran. Dimana kami memiliki stok minyak nilam yang cukup besar untuk memenuhi permintaan anda.


Sekilas Tentang Minyak Nilam



Pogostemon cablin Benth

Nilam (Pogostemon cablin Benth.) adalah suatu semak tropis penghasil sejenis minyak atsiri yang dinamakan sama (minyak nilam). Dalam perdagangan internasional, minyak nilam dikenal sebagai minyak patchouli (dari bahasa Tamil patchai (hijau) dan ellai (daun), karena minyaknya disuling dari daun). Aroma minyak nilam dikenal 'berat' dan 'kuat' dan telah berabad-abad digunakan sebagai wangi-wangian (parfum) dan bahan dupa atau setanggi pada tradisi timur. Harga jual minyak nilam termasuk yang tertinggi apabila dibandingkan dengan minyak atsiri lainnya.

Tumbuhan nilam berupa semak yang bisa mencapai satu meter. Tumbuhan ini menyukai suasana teduh, hangat, dan lembab. Mudah layu jika terkena sinar matahari langsung atau kekurangan air. Bunganya menyebarkan bau wangi yang kuat. Bijinya kecil. Perbanyakan biasanya dilakukan secara vegetatif.

Minyak nilam tergolong dalam minyak atsiri dengan komponen utamanya adalah patchoulol. Daun dan bunga nilam mengandung minyak ini, tetapi orang biasanya mendapatkan minyak nilam dari penyulingan uap terhadap daun keringnya (seperti pada minyak cengkeh). Di Indonesia minyak nilam juga disuling dari kerabat dekat nilam yang asli dari Indonesia, nilam Jawa (Pogostemon heyneani), yang memiliki kualitas lebih rendah.

Minyak nilam yang baik umumnya memiliki kadar PA di atas 30%, berwarna kuning jernih, dan memiliki wangi yang khas dan sulit dihilangkan. Minyak nilam jenis ini didapat dengan menggunakan teknik penyulingan uap kering yang dihasilkan mesin penghasil uap (boiler) yang diteruskan ke dalam tangki reaksi (autoklaf) selanjutnya uap akan menembus bahan baku nilam kering dan uap yang ditimbulkan diteruskan ke bagian pemisahan untuk dilakukan pemisahan uap air dengan uap minyak nilam dengan sistem penyulingan.

Minyak nilam yang baik dihasilkan dari tabung reaksi dan peralatan penyulingan yang terbuat dari baja tahan karat (Stainless Steel) dan peralatan tersebut hanya digunakan untuk menyuling nilam saja (tidak boleh berganti-ganti dengan bahan baku lain).

Karena sifat aromanya yang kuat, minyak ini banyak digunakan dalam industri parfum. Sepertiga dari produk parfum dunia memakai minyak ini, termasuk lebih dari separuh parfum untuk pria. Minyak ini juga digunakan sebagai pewangi kertas tisu, campuran deterjen pencuci pakaian, dan pewangi ruangan. Fungsi yang lebih tradisional adalah sebagai bahan utama setanggi dan pengusir serangga perusak pakaian.

Aroma minyak nilam dianggap 'mewah' menurut persepsi orang Eropa, tetapi orang sepakat bahwa aromanya bersifat menenangkan.

Senin, 18 Juli 2011

Cendana

 
Posted by Picasa



Cendana, atau cendana wangi, merupakan pohon penghasil kayu cendana dan minyak cendana. Kayunya digunakan sebagai rempah-rempah, bahan dupa, aromaterapi, campuran parfum, serta sangkur keris (warangka).

 Kayu yang baik bisa menyimpan aromanya selama berabad-abad. Konon di Sri Lanka kayu ini digunakan untuk membalsam jenazah putri-putri raja sejak abad ke-9. 

Di Indonesia, kayu ini banyak ditemukan di Nusa Tenggara Timur, khususnya di Pulau Timor, meskipun sekarang ditemukan pula di Pulau Jawa dan pulau-pulau Nusa Tenggara lainnya.

Cendana adalah tumbuhan parasit pada awal kehidupannya. Kecambahnya memerlukan pohon inang untuk mendukung pertumbuhannya, karena perakarannya sendiri tidak sanggup mendukung kehidupannya. Karena prasyarat inilah cendana sukar dikembangbiakkan atau dibudidayakan.[2]

Kayu cendana wangi (Santalum album) kini sangat langka dan harganya sangat mahal. Kayu yang berasal dari daerah Mysoram di India selatan biasanya dianggap yang paling bagus kualitasnya.

 Di Indonesia, kayu cendana dari Timor juga sangat dihargai. Sebagai gantinya sejumlah pakar aromaterapi dan parfum menggunakan kayu cendana jenggi (Santalum spicatum). Kedua jenis kayu ini berbeda konsentrasi bahan kimia yang dikandungnya, dan oleh karena itu kadar harumnya pun berbeda.

Kayu cendana dianggap sebagai obat alternatif untuk membawa orang lebih dekat kepada Tuhan. Minyak dasar kayu cendana, yang sangat mahal dalam bentuknya yang murni, digunakan terutama untuk penyembuhan cara Ayurveda, dan untuk menghilangkan rasa cemas.

Rabu, 06 Juli 2011

Sejarah Kerajaan Nusa Cendana






Sejarah Kerajaan Nusa Cendana

Sejarah Kerajaan Nusa Cendana, Ntt,

Kerajaan Amanuban (Banam) adalah sebuah kerajaan yang terletak di pulau Timor bagian barat, wilayah Indonesia. 

Di era kemerdekaan Kerajaan Amanuban bersama Kerajaan Molo (Oenam) dan Kerajaan Amanatun (Onam) membentuk Kabupaten Timor Tengah Selatan (dalam bahasa Belanda disebut Zuid Midden Timor) di Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan ibu kota SoE.

* 1 Cikal bakal
o 1.1 Nama Banam - Amanuban
* 2 Perkembangan Kerajaan
o 2.1 Perpindahan ke Niki-niki
o 2.2 Raja Sufa Leu
o 2.3 Raja Pae Nope
o 2.4 Raja Johan Paulus Nope ( Leu Nope )
* 3 Raja-raja
* 4 Referensi
* 5 Lihat pula

Cikal bakal

Kerajaan Amanuban (Banam) diawali dengan kehadiran Olak Mali leluhur Raja Nope dengan istrinya di Gunung Tunbes. Olak Mali mempunyai pengetahuan, kemampuan dan kekuatan untuk memengaruhi suku-suku yang berada di Tunbes seperti Nuban, Tenis, Asbanu, Nomnafa untuk mengakuinya sebagai penguasanya. (Norholt,1971).

Dengan kemampuan yang dimiliki oleh Olak Mali dan isterinya mampu meyakinkan kepada suku-suku (tsepe) yang ada di Tunbes yang masih primitif seperti Nuban, Tenis, Asbanu, dan Nubatonis yakni ( Si Nuban yang suka Natoni) bahwa dia (Olak Mali) adalah Penguasa dan Pemimpin Amanuban ( Raja atau Usif). Hal ini dibuktikannya kepada Nubatonis dengan beberapa bukti menanam pohon pisang, menanam tebu, api unggun, memanggil bumi.

Empat kelompok suku yang hidup bermasyarakat di Tunbes bersama para amaf lain kemudian mengukuhkan Olak Mali menjadi Raja Amanuban ( Banam ) sekaligus peristiwa ini merupakan cikal bakal terbentuknya Kerajaan Amanuban. Bukti fisik yang ada hingga saat ini menunjukan kehebatan Olak Mali sebagai Raja Amanuban pertama yang mampu menata kehidupan sosial, kemasyarakatan dan pemukiman masyarakat Tubes secara baik dan teratur.

 Posisi istana (sonaf) Raja Nope yang berada ditengah dengan pagar batu kokoh sebagai inti (core) yang kemudian dikelilingi dengan pemukiman kelompok suku-suku seperti Tenis, Nuban, Asbanu, Nubatonis, Nomnafa menunjukan bahwa istana (sonaf) raja Nope di Tunbes ini adalah kerajaan Amanuban itu sendiri.

Daerah Tunbes sesuai pembagiannya terdiri dari Mnela OOh ( keempat suku di Tunbes), Kekan ( kawasan lindung), kandang kerbau, Istana (sonaf) dan tempat kuburan raja.Ada empat raja yang dimakamkan di Tunbes.
[sunting] Nama Banam - Amanuban

Menurut penelitian dari dr Pieter Middelkop bahwa secara tradisional sehari-hari orang - orang Amanuban dan wilayah Amanuban disebut Banam. Kata Banam atau Banamas digunakan untuk menyebut orang atau masyarakat Amanuban dan juga untuk wilayah Amanuban. Kata Banam terbentuk dari dua suku kata " ba" dan "nam". Ba adalah awalan (prefiks) yang sejajar dengan awalan ber dalam bahasa Indonesia yang berarti mempunyai. Kata Nam dalam bahasa Timor ( uab meto) mempunyai arti merangkak atau merayap.

 Kata 'nam' atau 'na nam' biasanya digunakan untuk orang yang merangkap ( merayap). Dalam tradisi adat dan adat istiadat Timor termasuk Amanuban maka penduduk atau rakyat Amanuban yang mau bertemu dengan Raja maka bentuk penghormatan mereka kepada Raja sering dengan merangkak atau merayap. 

Namun sering juga kata Amanuban diidentikan dengan nama salah satu kelompok suku yang ada di kuan tubu Tunbes yang bernama Nuban dengan sebutan Ama atau Am ( Bapak). Sehingga Am Nuban = sebutan atau sapaan bapak kepada Nuban. Ama Nuban = Bapak Nuban. Kata Ama atau Am biasa juga digunakan untuk menyapa atau memanggil orang laki-laki di Timor seperti Ama Asbanu atau Am Asbanu ( Bapak Asbanu), Ama Nomnafa atau Am Nomnafa ( Bapak Nomnafa), Ama Tenis atau Am Tenis ( Bapak Tenis). 

Sebutan atau panggilan Bapak kepada seseorang tidak serta merta diartikan sebagai Raja atau Usif karena tidak semua bapak itu adalah Raja atau Usif.Banam Tuan = Tuan atau pemimpin nya Banam ( Amanuban ) = Nope ( dipanggil dengan sebutan Nope).

[sunting] Perkembangan Kerajaan

Dari Tunbes kemudian pusat kerajaan Amanuban di pindahkan ke Pili Besabnao. Perpindahan pusat kekuasaan ini karena sudah terjadi pertambahan penduduk sedangkan luas lahan di Tubes semakin kecil. Surat dari Apolonius Shot tertanggal 5 Juni 1613 menyebutkan bahwa saat VOC melakukan kunjungan dagang ke Timor untuk pembelian cendana maka saat itu sudah ada beberapa Raja kerajaan di Timor yang bisa dan senang diajak bersahabat dan bekerja sama. Williiem Jacobsz dan Melis Andriaz juga telah bertemu dan berbicara langsung dengan Raja Amanuban.

Kerajaan Amanuban tahun 1641 telah memeluk Agama Katolik ditandai dengan kunjungan missi padrie Jacinto de Dominggo namun disayangkan nama baptis mereka tidak dicantumkan dalam daftar nama silsilah raja-raja Amanuban.Bukti prasasti Gereja Katolik di Abi ( Neke) dibangun 1527.

Antonio da Hornay tokoh penting Topas ( Orang Kaesmetan-Portugis Hitam )memerintah di Timor 1664-1695 dan ia kawin dengan putri Amanuban dan Ambenu.De Ornay dan Da Costa merupakan dua tokoh penting yang saling merebut kekuasaan di Timor. Putra Dominggus da Costa III yang bernama Simao da Costa kawin dengan bi Noni Nope.Laporan VOC tahun 1764 menyebutkan bahwa

 Raja Amanuban dan Amanessi memintah diberi gelar Don ( Schulte Nordholt,1971). Kekejaman Simao Louis diimbangi dengan membagi bagikan tongkat kepada Raja yang tunduk kepada Portugis sebagai tanda pengenal untuk boleh mengumpulkan cendana dan lilin untuk dijual kepada Portugis. Antonio de Ornay kemudian menggantikan Simao Louis sebagai capitao mor di Timor.

Dalam surat Kaiser Sonbai tanggal 23 September 1703 yang dikirim ke Batavia menyebutkan bahwa Sonbai sedang menghadapi masalah dengan Ambenu,Amanuban,Boro, Asem,Mina, Likusaen. Kemudian terjadi pertempuran antara Molo dengan Amakono, Amfoan serta Amanuban dimana dalam pertempuran itu di pihak Amanuban tewas 5000 orang. ( Hans Hagerdal 2004). Batu bertulis ANNO 1709 ( secara jela batu tersebut tertulis DRB dan tulisan ANNO 1709, batu berbentuk bujur sangkar dengan ukuran panjang 30 cm dan lebar 31 cm dengan tebal batu 13 cm).

Setahun setelah Perang Penfui dalam dokumen VoC 1750, menyebutkan bahwa Raja pemimpin Amanuban saat itu adalah Don Michel ( Don Migil ) bersama Don Bernando dari Amfoang datanng ke Kupang bersama Kaiser dari Amakono dengan harapan hidup berdamai dengan Belanda. Karena sebelum pecahnya perang Penfui Amanuban bersama Amakono, Sorbian, Amanatun, Amarasi-Amanesi adalah sekutu Portugis dan Topas.

Pada tahun 1756 Raja Amanubang Don Louis II juga ikut menandatangani trakta kontrak Paravicini bersama raja-raja Timor lainnya. Contract Paravicini yang di buat oleh Komisaris Johanies Andreas Pavicini pada 9 Juni 1756 menurut catatan VOC 2941 itu selain di tanda tangani oleh Raja Don Louis juga di tanda tangani oleh Don Bastian fettor dari Amanubang dan ..... temukung dari Amanubang.

Pada tahun 1786 suku Amanuban yang anti Belanda menyerang sonaf Raja Jacobus Albertu dari Amanuban di Kobenu yang letaknya setengah hari perjalanan dari Kupang.Jacobus Albertus pada tengah malam harus menyelamatkan diri bersama dua putranya kemudian menuju tanah tumpah darahnya Amanuban-Banam yang berjarak tiga hari perjalanan. Sepupu Jacobus Albertus yang bernama Tobani diakui sebagai Raja Amanuban.
[sunting] Perpindahan ke Niki-niki

Raja Don Louis III kemudian memindahkan pusat kerajaan Amanuban ( Banam) dari Pili Besabnao ke Niki-niki hingga sekarang. Raja Don Louis III bertakhta 1808-1824 dan dikenal sebagai pendiri kota Niki-niki dan menetapkan nama Nope ( awan ) sebagai marga dinasti Nope selanjutnya. Adik dari Raja Don Louis III yakni Tanelab di Babuin dan Taifa di Mei. Raja Baki Nope-Baki Klus mempunyai saudari bi Bia Nope ( Oenino) dan bi Nino Telnoni (Ofu). (Baki Klus).Raja Don Louis III wafat di Niki-niki tahun 1824 dan dimakamkan di Niki-niki, sekarang pemakaman Cina - Son Leu. Bi Lese Nenosae adalah istri dari Raja Don Louis III. (Regeeringsalmanak van Belanda)

Latar belakang perpindahan ke Niki-Niki karena tempat ini sangat strategis untuk pertahanan terhadap serangan musuh dan layak sebagai istana raja. Perkataan Niki-niki berasal dari kata Nik Nik yang berarti menjilat-jilat dan melihat ke belakang.
[sunting] Raja Sufa Leu

Digambarkan dalam laporan Belanda Raja Sufa Leu sebagai kekuasaan yang berdiri secara kuat bebas dari pengaruh dan tekanan colonial yang memerintah dengan keras saling mencurigai, selalu kuatir dan semua rakyatnya tunduk dan patuh kepadanya dengan rasa hormat dan takut.

 Setiap rakyat Amanubang yang berhadapan dengan Raja Sufa Leu dilarang keras menentang dan memandang wajah raja ini ( harus menutup mata / na bil ). Raja Sufa Leu pada tanggal 1 Juli 1908 menandatangani Korte Verklaring sebagai landschapen Amanubang dan Koko Sufa Leu sebagai Kaiser Muda Amanubang dan Zanu Nakamnanu.

Setelah Raja Sufa Leu alias Raja Bil Nope gugur sebagai pahlawan dengan membakar dirihnya ( Lan Ai) Oktober 1910 maka diangkatlah adik kandungnya Noni Nope sebagai penggantinya oleh Belanda. Raja Noni Nope sebagai kepala zelf bestuur Amanuban dengan dibantu oleh dua orang fettor yakni fetoor Noe Liu Zanu Nakamnanu ( Noe Nakan) dan Fettor Noe Bunu Boi Isu ( Noe Haen) dengan satu mafefa Tua Isu. Raja Noni Nope menandatangani korte Verklaring Maret 1912.

Menurut Arsip Nasional di Den Hag Belanda tentang Raja-raja Amanuban menyebutkan bahwasannya Raja Baki Nope melahirkan putra sulung bernama Raja Zanu Nope dengan saudaranya Pa'e. Menurut catatan Kruseman tentang Timor menyebutkan Raja Louis Nope baru meninggal di tahun 1824 berusia lanjut dan putranya bertakhta menggantikannya tetapi bertentangan dengan pamannya. 

Adik kandung dari Hau Sufa Leu gelar Bil Nope ada dua orang laki-laki yaitu Kusa Nope ( Fatu Auni)dan Raja Noni Nope (Neke), dan seorang perempuan bi Natu Nope.
[sunting] Raja Pae Nope

Raja Pae Nope menggantikan ayahnya Raja Noni Nope sebagai Raja Amanuban 1920. Raja Pae memekarkan dua kefetoran utama Amanuban menjadi tiga kefetoran dengan menambah lagi kefetoran Noe Beba yang dipimpin oleh keluarga Nope sendiri. Pada tahun 1939 Raja Pae Nope memekarkan lagi kefetoran di Amanubang menjadi tujuh kefetoran yakni Noe Bunu, Noe Hombet, Noe Siu, Noe Liu, Noe Muke, Noe Beba, Noe Meto.

Permaisuri dari Raja Pae Nope bernama Ratu bi Siki Nitibani berdiam di istana kerajaan Amanuban (Sonaf Naek) yang melahirkan putera mahkota raja Amanuban Johan Paulus Nope ( 1946-1949) dengan ketiga adiknya yaitu Kusa Nope ( fettor Noe Meto), bi Feti Nope, dan Kela Nope ( juga menjadi fetor Noemeto). Raja Pae Nope juga mempunyai beberapa orang istri seperti bi Fanu Tnunai, Bi Kohe Nitibani ( ibunda dari Raja Kusa Nope), bi Oba Sonbai, bi Tipe Asbanu, bi Oko Tuke, bi Koin Tunu, bi Kohe Babis, bi Bene Boimau, bi Seong Wun. Bi Kohe Nitbani adalah anak dari bi Oki pelayan (ata) tinggal di dalam sonaf Neke. Raja Pae Nope pernah menandatangani korteverklaring pada 21 Pebruari 1923 di Niki-niki.

[sunting] Raja Johan Paulus Nope ( Leu Nope )

Putra Mahkota Johan Paulus Nope atau RajaLeu Nope menggantikan ayahnya sebagai Raja Amanuban 1946 karena raja Pae Nope sudah berusia lanjut dan tak kuat melaksanakan tugas pemerintahan kerajaan. Raja Johan Paulus Nope juga memiliki banyak istri yakni bi Nino Selan, bi Kohe Nitibani,bi Obe Banamtuan, bi Fenu Selan,bi Muke Tse, bi Liu Tse,bi Sufa Asbanu,bi sabet Abanat, bi Kaes Beti. Raja Leu Nope atau Johan Paulus Nope kemudian dibaptis menjadi Kristen 

Protestan dan bersama seluruh rakyat Amanuban menjadi penganut agama Protestan. Seluruh rakyat Amanuban sering juga menyebut Raja Leu Nope dengan sebutan-sebutan seperti Usi Anesit ( Raja yang mempunyai kelebihan - kelebihan dalam kalangan bangsawan Nope), Raja berambut panjang ( Usi Nakfunmanu), Usi Tata ( Raja yang juga adalah seorang kakak dalam kalangan keluarga sonaf-istana Amanuban).

Pada tanggal 21 Oktober 1946 Raja-Raja seluruh keresidenan Timor mengadakan sidang = konferensi di Kota Kefamenanu guna membentuk Timor Eiland Federatie atau (gabungan kerajaan afdelling Timor - Dewan Raja-raja Timor). Dalam sidang tersebut, H. A. Koroh (Raja Amarasi) dan A. Nisnoni (Raja Kupang) terpilih masing-masing sebagai ketua dan ketua muda Timor Eiland Federatie.

Raja Amanuban Johan Paulus Nope yang hadir dalam sidang tersebut dari Kerajaan Amanuban. Masih dalam forum yang sama berhasil dibentuk Dewan Perwakilan Rakyat Timor Eiland Federatie Amanuban mendudukan S.L Selan mewakili Kerajaan Amanuban, Ch. Tallo mewakili Kerajaan Amanatun dan T Benufinit mewakilikerajaan Mollo, sebagai DPRD Timor dan Kepulauanya.

Karena faktor kesehatan Raja Johan Paulus Nope yang terganggu maka kontroleur Belanda mengusulkan adiknya Kusa Nope yang baru tamat sekolah praja di Makasar untuk melaksanakan pemerintahan sehari-hari kerajaan sambil menantikan dewasanya Putra Mahkota kerajaan Amanuban anak laki-laki dari Raja Johan Paulus Nope yang bernama Louis Nope dan Mahteos Nino Nope untuk dinobatkan menjadi Raja Amanuban. Raja Pae Nope dan Raja Johan Paulus Nope wafat pada tahun 1959 di Niki-niki.

Kusa Nope kemudian menjadi Kepala Daerah Swapraja Amanuban ( KDS Amanuban). Kusa Nope juga kemudian menjadi Bupati Timor Tengah Selatan pertama. Istri pertama Kusa Nope bernama bi Malo Nitibani dan disusul bi Kina dan bi Sole. Ada tujuh raja Amanuban yang dimakamkan di Son Nain Niki-niki. Kedudukan raja adalah turun temurun, dan putera mahkota berhak menggantikan kedudukan ayahnya sebagai raja. Putra mahkota adalah putra sulung raja yang lahir dari permaisuri.
[sunting] Raja-raja

Adapun daftar raja-raja yang pernah memimpin 
Kerajaan Amanuban adalah :


1. Olak Mali.
2. Ol Banu.
3. Bil Banu.
4. Tu Banu.
5. Louis I ( Tunbes).
6. Bill ( Pili).
7. Don Louis II, dimakamkan di Boti.
8. Tubani (1786-1808).
9. Don Louis III. 1808-1824, pusat kerajaan ke Niki-niki,
     dimakamkan di Pekuburan Cina Niki-niki.
10. Baki Nope / Baki Klus 1824-1862.makam Son Nain
11. Sanu Nope 1862-1870, dimakamkan di Son Nain.
12. Bil Nope - Sufa Leu (1870-1910).
13. Noni Nope (1911-1920).
14. Pae Nope ( 1920-1946).
15. Leu - Johan Paulus Nope ( 1946-1949).
16. Kusa Nope (1950-1958).

Selasa, 28 Juni 2011

Gaharu Buaya Kalimantan

 
Posted by Picasa




ready to supply gaharu buaya kalimantan,asal Kalimanttan Barat,Timur,Tengah dan selatan.Harga tergantung permintaan,siap teken kontrak u pengadeaan jangka panjang,
buat bahan baku minyak sulingan,atau kebutuhan eksport,
kami memiliki jaringan mata rantai pengadaan yang terjamin,kontinue,rutin,dan dengan dokumen lengkap,lokal dan eksport.Anda sebutkan negara tujuan,kami kirimkan barang sampai ditempat.

Mekanisme transaksi:

01.Liat sampling
02.cocok,MOU,survey gudang di Kalimantan
03.Konfirmasi,oke,Dp 50%,dengan perjanjian Notaris
04.Balance,BL keluar dibayar lunas,full dokumen ekspoort

gahru Kalimantan







 
Posted by Picasa

gahru Kelas Halmahera


Gaharu Kelas Super dari Halmahera


Pulau Halmahera


Halmahera (juga Jilolo atau Gilolo) adalah pulau terbesar di Kepulauan Maluku. Pulau ini merupakan bagian dari provinsi Maluku Utara, Indonesia.
Halmahera
Halmahera Topography.png
Geografi
LokasiAsia Tenggara
Koordinat0°36′LU 127°52′BT
KepulauanKepulauan Maluku
Negara
Indonesia
Halmahera memilik luas tanah 17.780 km² (6.865 mil persegi) dan populasi 1995 sekitar 162.728. Pada 1997, sekitar 80% penduduk adalah Muslim, dan sekitar 20% adalah Kristen.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Populasi renggang Halmahera sudah sejak lama berhubungan erat dengan pulau Ternate dan Tidore yang lebih kecil, keduanya berada di pantai baratnya. Kedua pulau ini merupakan tempat kerajaan utama pada zaman sebelum kolonialisme VOC.
Pada Perang Dunia II, Halmahera merupakan pangkalan militer Jepang yang terletak di Teluk Kao.
Pada 1999 dam 2000 Halmahera merupakan tempat kekerasan antara grup Muslim dan Kristen yang dimulai di Ambon dan menyebar ke banyak tempat di Maluku. Ribuan orang di Halmahera terbunuh dalam pertengkaran antara militer keagamaan. Pada Juni 2000, sekitar lima ratus orang terbunuh ketika feri yang membawa pengungsi dari Halmahera tenggelam di ujung timur lautSulawesi.
Sekarang, Ternate yang merupakan ibu kota provinsi adalah kota utama terdekat ke Halmahera; banyak jalur transportasi ke seluruh Indonesia melalui jalur di pulau tersebut. Jailolo adalah kota terbesar di Halmahera.

Pertambangan di Halmahera

Tanjung Ulie, Pulau Halmahera
Halamahera merupakan tempat dari beberapa projek pertambangan.
Perusahaan Australia Newcrest Mining adalah pemilik utama dari dua tambang emas di pulau ini. Tambang Gosowong adalahpertambangan open-pit cyanide-leach yang beroperasi antara Juni 1999 sampai Mei 2002. Tambang Toguraci mulai operasi pada Februari 2004. Kompleks pertambangan ini telah menjadi subyek konflik antara penduduk lokal dan perusahaan pertambangan. Letak tambang ini terletak di hutan yang menurut penduduk lokal dilindungi oleh hukum Indonesia [1]. Pada Januari 2004, Megawati Soekarnoputri yang menjabat sebagai presiden mengeluarkan amandemen kepada hukum perhutanan, yang menurut Newcrest, memastikan operasinya berada dalam hukum.
Pada 2003 dan 2004, ada protes "intermittent" di Toguraci oleh penduduk yang menginginkan Newcrest memberhentikan operasi penambangan. Sampai akhir 2003, keamanan di pertambangan tersebut diamankan oleh militer Indonesia, yang dibayar oleh subsidi lokal Newcrest Mining. Pada Oktober 2003, militer Indonesia diganti oleh pasukan keamanan pribadi; satu orang terbunuh dan beberapa lainnya terluka oleh pasukan keamanan ini ketika terjadi protes pada Januari 2004. Protes ini masih berkelanjutan dan pendudukan lokasi tambang ini terjadi di bulan Mei dan Juni 2004.
Weda Bay Minerals bergerak dalam pengembangan pertambangan nikel dan kobalt di pulau ini. Tujuan utama perusahaan ini, memfokuskan hanya dalam pengembangan tambang ini, yang merupakan joint venture antara dua perusahaan pertambangan Australia, dan diperdagangkan di Bursa Saham Toronto di Kanada. Projek ini masih dalam tahap pengeksplorasian; perusahaan berharap tambang ini dapat bertahan sampai 25 tahun setelah dibuka.
Sejak tahun 2004 PT Aneka Tambang (ANTAM), salah satu BUMN pertambangan Indonesia mengalihkan operasinya di Teluk Buli, Halmahera. Sebelumnya perusahaan ini beroperasi di Pulau Gebe, juga masih berada dalam wilayah Kabupaten Halmahera Tengah. Sama seperti di Pulau Gebe, di Teluk Buli PT Aneka Tambang mengeksploitasi kandungan nikel yang diperkirakan akan ditambang hingga 30 tahun kedepan.

Gaharu Halmahera

 
Posted by Picasa

Gaharu Buaya


 
Posted by Picasa

Cendana log

 
Posted by Picasa