Minggu, 11 September 2016

Budi Daya Gaharu, Jual Kemana?






GAHARU merupakan tanaman yang mempunyai nilai ekonomi yang sangat tinggi, sehingga sangat tepat apabila dikembangkan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat Indonesia. Hampir semua bagian pohon gaharu ini dapat dimanfaatkan untuk  bahan baku produk, praktis tidak ada bagian yang  terbuang. Kayu gaharu yang terinfeksi atau disebut gubal mempunyai nilai jual yang sangat tinggi, sementara gubal gaharu kualitas rendah dapat disuling untuk produksi minyak dengan harga yang sangat  menjanjikan.

 Daun gaharu dapat dimanfaatkan untuk pembuatan teh gaharu. Turunan produk gaharu pun  semakin hari semakin meningkat variasinya,  menempatkan  pohon gaharu sebagai pohon industri.

 Manfaat gaharu diantaranya adalah pewangi rungan, 
bahan baku industri parfum ekslusif, bahan baku industry kosmetika, bahan baku untuk bahan obat (kanker, asmatik, perangsang, dll), bahan HIO  (untuk ritual agama hindu, budha dan Kong Hu Chu),
bahan Kohdoh (jepang), serta daunnya dimanfaatkan untuk teh hijau (agarwood tea).

 Harga gubal gaharu  bervariasi tergantung grade (kualitas), harga gubal gaharu grade super di pasar lokal mencapai Rp 25 jt/kg,  sedangkan harga terendah Rp 50 ribu/kg untuk kayu  gaharu yang tidak mengandung resin sama sekali.

Negara potensial pemakai gaharu (pengimpor) adalah Saudi Arabia, Kuwait Yaman, United Emirat, Turki, Singapura, Jepang, dan Amerika.

 Kebutuhan gaharu  dari tahun ke tahun terus meningkat berbanding lurus dengan harganya. Sementara stok gaharu alam semakin menurun akibat ditebang terus-menerus tanpa diimbangi penanaman. Kebutuhan gaharu dunia terus meningkat sehubungan dengan semakin meningkatnya pemanfaatan gaharu terutama untuk  obat-obatan di China.

 Kebutuhan obat merupakan  kebutuhan pokok umat manusia, yang keberadaanya sangat dibutuhkan manusia. Indonesia merupakan salah satu Negara penghasil gaharu  terbesar di dunia, namun saat ini potensinya menurun, bahkan gaharu sudah menjadi jenis yang langka ditemukan. Beberapa jenis pohon penghasil gaharu sebagian besar termasuk dalam famili Themeleaceae, terutama dari genus Aquilaria dan  Gyrinops, yang dapat menghasilkan gubal gaharu dengan  kualitas terbaik (harga tinggi).

Untuk mendapatkan hasil  yang maksimal dalam penanaman gaharu diperlukan  pengetahuan yang memadai dalam bidang silvikultur  (teknik budidaya) dan teknologi untuk mempercepat alah tersebut diatas, rasanya sulit untuk mendapatkan hasil  gaharu yang memuaskan.

Perlu diketahui bahwa tidak semua pohon gaharu menghasilkan gubal gaharu, hanya pohon  yang terinfeksi cendawan tertentu saja yang dapat menghasilkan gubal gaharu. Sehingga secara alami pohon  gaharu yang dapat menghasilkan gubal, prosentasenya  sangat kecil, Oleh karena itu diperlukan teknologi inokulasi  untuk mempercepat terbentuknya gubal gaharu.

Ayo lestarikan  hutan Indonesia demi generasi mendatang.

Sayangnya hingga hari ini, belum ada kebijakan yang mendukung untuk pemasaran komodity gaharu budi daya ini?

Market yang belum terbentuk, adalah kendala utama memasarkan kayu gaharu hasil budidaya tersebut
Ada saran ?




Tidak ada komentar: